Ketika di sisi aki tidak ada garis UPPER/LOWER.
keterangan pada posisi A dan B bukan “posisi air aki” yang beda tempat, tapi cara membedakan ketinggian elektrolit (air aki) saat dilihat dari lubang pengisian ketika di sisi aki tidak ada garis UPPER/LOWER.
Bagian yang dilihat
- Kamu buka tutup aki (cap), lalu lihat ke dalam lubang pengisian (filler port).
- Di dalamnya ada “sleeve/selongsong” (pipa kecil/pegangan level). Patoknya: permukaan elektrolit harus sampai “bibir bawah sleeve” (itu dianggap UPPER LEVEL).
A = Level sesuai (cukup)
Kondisi:
- Permukaan elektrolit sudah sampai bibir bawah sleeve (patokan UPPER LEVEL).
Ciri saat dilihat (sesuai gambar A):
- Karena tegangan permukaan, cairan terlihat sedikit “menonjol/mengembung” di bibir sleeve.
- Garis/pola yang terlihat bisa tampak melengkung/“bengkok” (distorsi karena permukaan cairan sudah dekat bibir sleeve).
✅ Intinya: air aki cukup, tidak perlu tambah (atau tambah sedikit sekali sampai pas di bibir bawah sleeve).
B = Level rendah (kurang)
Kondisi:
- Permukaan elektrolit belum sampai bibir bawah sleeve (di bawah patokan).
Ciri saat dilihat (sesuai gambar B):
- Permukaan cairan tidak “mengembung” di bibir sleeve.
- Pola/garis yang terlihat tampak lebih lurus/tegas (karena permukaan cairan masih jauh di bawah bibir sleeve).
❗ Intinya: air aki kurang, perlu tambah air aki yang benar = air suling/aquadest, sampai permukaan cairan tepat di bibir bawah sleeve.
Catatan penting (biar aman)
- Yang ditambah hanya aquadest, bukan air keran, dan bukan tambah asam (kecuali prosedur khusus baterai baru/servis).
- Jangan sampai kelebihan (melewati bibir bawah sleeve). Kalau terlanjur lebih, biasanya disedot pakai pipet seperti remark di gambar.
Komentar
Posting Komentar